fbpx

Yang Harus Diperhatikan Saat Membangun Mezzanine

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on linkedin
Share on email

Ingin menambah ruang di dalam rumah tanpa membangun tingkat baru? Mezzanine adalah solusinya. Dalam konstruksi rumah, mezzanine merujuk pada lantai tambahan di antara langit-langit dan lantai yang dibangun tanpa sekat. Ukurannya lebih kecil dari lantai utama sehingga lebih mirip balkon tambahan, tetapi di dalam ruangan.

Mezzanine merupakan salah satu solusi menambah ruang di pemukiman urban, apartemen studio, atau ruangan sempit lainnya. Pastikan Anda mengetahui cara membangun mezzanine dengan benar agar hasilnya memuaskan dan suasana rumah tetap nyaman walau ada lantai tambahan. Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan.

1.     Elevasi

Elevasi alias ketinggian mezzanine harus diperhatikan agar ruangan tetap terasa lega. Mezzanine sebaiknya dibangun tepat di tengah-tengah lantai dan langit-langit. Jika ingin memakai patokan ukuran, pastikan ruangan memiliki tinggi minimal 4 hingga 4,5 meter agar Anda bisa membangun mezzanine setinggi 2 hingga 2,5 meter. Tinggi ini cukup ideal untuk beraktivitas tanpa membungkuk.

2.     Luas

Luas mezzanine harus dihitung berdasarkan luas lantai rumah Anda. Luas mezzanine yang ideal adalah sekitar sepertiga dari luas interior rumah. Hal ini akan membuat rumah tetap terasa lega walau ada struktur tambahan di atas.

3.     Konstruksi

Mezzanine harus ditopang oleh konstruksi yang kuat agar bisa menahan beban. Rangka baja adalah bahan ideal karena kuat, dimensi yang lebih kecil dari pada beton dan memiliki beban konstruksi ringan. Alternatif lainnya adalah beton ringan, atau balok kayu jika Anda hanya membangun mezzanine kecil.

Kayu adalah bahan lantai populer untuk mezzanine. Anda bisa menggunakan papan atau beberapa lapis triplek dengan ketebalan antara 18 hingga 24 mm. Gunakan karpet untuk memberi kesan mewah, menutupi permukaan kayu (jika menggunakan bahan murah) sekaligus membuat mezzanine lebih nyaman.

4.     Tangga

Tangga mezzanine harus memiliki konsep yang cocok dengan interior rumah. Anda bisa menggunakan tangga yang menyiku atau melingkar untuk menghemat ruangan. Tangga dengan struktur minimalis (floating staircases) juga bisa membuat ruangan tampak lebih luas. Gunakan pegangan tangga yang desainnya cocok dengan pagar pembatas mezzanine.

Pastikan tangga dibangun secara aman. Gunakan karpet atau bahan dengan permukaan bertekstur agar tidak licin. Pilih warna atau tekstur yang mudah dilihat mata sehingga penghuni rumah bisa menapaki tangga dengan lebih aman.

Baca juga: Pengertian Beban Hidup Rumah dan Bangunan

Photo by Ivan Samkov from Pexels

5.     Cahaya dan Sirkulasi

Mezzanine yang nyaman harus memiliki pencahayaan serta sirkulasi baik, sama seperti bagian rumah lainnya. Pastikan mezzanine memiliki jendela sebagai sumber cahaya alami serta ventilasi. Jika ingin menambah lampu, pilihlah yang memiliki cahaya lembut dan tidak mempengaruhi pencahayaan ruangan lain di dalam rumah.

Solusi lainnya adalah membangun area kaca di langit-langit (skyline) sebagai sumber cahaya alami. Letakkan skyline di area mezzanine yang paling banyak digunakan.

6.     Manfaat

Mezzanine merupakan area semi terbuka sehingga bisa digunakan sebagai ruang untuk kegiatan tambahan. Anda bisa membuat perpustakaan, tempat bersantai, ruang yoga dan meditasi, hingga area ibadah. Mezzanine juga bisa digunakan sebagai kantor rumahan atau tempat belajar sehingga memberi privasi ekstra untuk yang membutuhkannya, terutama jika ada beberapa orang yang menghuni rumah.

Mezzanine bisa menjadi alternatif bagi penghuni rumah yang ingin membangun keluarga. Ketika anak-anak bertambah besar, mezzanine bisa dijadikan area bermain dan belajar tambahan. Cocok untuk keluarga yang tinggal di hunian urban atau apartemen.

7.     Perabot

Perabot di mezzanine sebaiknya minimalis dan berbahan ringan agar konstruksinya awet lebih lama. Apapun kegiatan yang Anda lakukan di area ini, pilihlah alternatif perabot yang lebih ringan, rendah, atau kecil. Misalnya, gunakan meja rendah, karpet tebal, kursi gantung, dan bantal duduk serta bean bag sebagai ganti meja tinggi dan satu set sofa. Pilih rak buku dengan rangka aluminum atau baja ringan dan desain minimalis.

8.     Area di Bawah Mezzanine

Ketika membangun mezzanine, Anda masih menyisakan ruang ekstra di bawah lantainya. Pastikan ada ruang cukup agar Anda bisa memanfaatkan ruang tersebut untuk kegiatan lain. Misalnya, Anda bisa menaruh rak buku, lemari penyimpanan, hingga area makan mungil.

Mezzanine membuat konstruksi rumah sempit menjadi lebih luas sekaligus menambah fungsi ruangan. Ingin informasi lebih lanjut sebelum membangun mezzanine? Klik tombol ini untuk konsultasi langsung dengan staf ahli di Cipta Kreasi.

Siap membangun rumah impian anda & keluarga bersama Cipta Kreasi?

Jangan sampai salah ambil keputusan!

Dapatkan penjelasan lengkap seputar proses membangun rumah dengan download eBook “10 Hal yang Harus Saya Ketahui Sebelum Membangun Rumah”

Jangan sampai salah ambil keputusan!

Dapatkan penjelasan lengkap seputar proses membangun rumah dengan download eBook “10 Hal yang Harus Saya Ketahui Sebelum Membangun Rumah”

Jangan sampai salah ambil keputusan!

Dapatkan penjelasan lengkap seputar proses membangun rumah dengan download eBook “10 Hal yang Harus Saya Ketahui Sebelum Membangun Rumah”

Rekomendasi Artikel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Yuk Konsultasi Gratis!