Bekisting adalah salah satu elemen penting dalam konstruksi rumah. Bekisting merupakan struktur yang berfungsi sebagai “cetakan” untuk menyangga material agar terbentuk rapi dan tetap kuat selama pembangunan. Walau bersifat sementara, bekisting memiliki peran penting dalam konstruksi, terutama saat membangun rumah bertingkat.
Inilah hal-hal yang harus Anda ketahui soal proses bekisting sebelum membangun rumah.
Tips Bekisting yang Baik
Bekisting harus kuat dan stabil agar hasil konstruksi bangunan juga berkualitas. Berikut beberapa cara melakukan bekisting agar konstruksi rumah lebih kuat.
1. Pastikan Tinggi Perancah Akurat
Perancah (scaffolding) menjadi patokan bekisting. Pastikan tinggi perancah akurat. Jika Anda membangun rumah bertingkat, ukur ketinggian antar lantai (floor to floor) di setiap lantai sebelum membangun perancah agar proses bekisting akurat dan hasilnya kokoh.
2. Buat Landasan Perancah yang Baik
Landasan perancah harus bisa menopang bekisting agar hasilnya stabil dan kokoh. Pastikan landasan atau bidang lantai perancah rata dan kuat. Contoh material yang biasa digunakan untuk landasan perancah antara lain papan dan beton rabat.
3. Periksa Elevasi di Setiap Elemen Konstruksi
Setiap bangunan memiliki elevasi atau posisi ketinggian objek dari titik tertentu, misalnya permukaan jalan atau tanah. Sebelum bekisting, pastikan mengukur elevasi kolom, pelat, dan balok. Bekisting yang sesuai dengan elevasi konstruksi akan menciptakan konstruksi yang lebih tangguh dan tegak.
4. Gunakan Minyak Bekisting
Minyak bekisting adalah substansi khusus yang berfungsi sebagai “pelumas”. Fungsinya mencegah beton melekat dengan bekisting agar permukaannya tetap mulus. Minyak bekisting juga membantu pekerja membentuk beton sesuai kebutuhan serta memastikan beton tetap kuat selama proses.
5. Pastikan Bekisting Cukup Kaku
Bekisting harus kaku agar hasil pembangunan lebih stabil dan tidak mudah berubah bentuk. Syaratnya, tingkat lendutan bekisting wajib berada di bawah kisaran 0,3 persen dari tingkat toleransi struktur beton yang dibangun.
6. Bongkar Bekisting dengan Benar
Proses bekisting yang benar tidak hanya menyangkut pemasangan, tetapi juga pembongkaran. Pastikan semen atau beton sudah mengeras sempurna sebelum proses pembongkaran (bisa ditanyakan pada pengawas lapangan). Pembongkaran bekisting harus dilakukan secara berurutan tanpa merusak bekisting yang masih terpasang. Setelah pembongkaran, bekisting dipindahkan ke tempat lain untuk dibersihkan.
Baca juga: Pondasi Rumah VS Pondasi Gedung, Apa Saja Perbedaan Keduanya?

Memilih Jenis Bekisting
Bekisting memiliki beragam jenis tergantung bahannya, lengkap dengan karakteristik masing-masing. Berikut beberapa contohnya.
1. Bekisting Tradisional
Bekisting tradisional terbuat dari bambu atau kayu dan masih sering digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi. Mudah dibangun serta dilepas, cocok untuk bangunan sederhana, dan prosesnya bisa dilakukan pekerja yang bukan ahli. Bekisting ini biasanya hanya digunakan sekali, tetapi tidak masalah karena bahan-bahannya mudah dicari dan dibuat.
2. Bekisting Knock Down
Bekisting knock down atau semi sistem terbuat dari besi atau baja berongga. Bekisting ini bisa dibongkar-pasang dan digunakan berkali-kali. Struktur dan bentuknya juga cenderung lebih akurat serta stabil. Karena kualitas bahannya, bekisting model ini cocok digunakan untuk proses pembangunan yang lebih lama dan tidak membutuhkan banyak pekerja untuk memasang atau melepasnya.
3. Bekisting PERI
Bekisting PERI atau bekisting sistem terbuat dari baja dan cocok untuk proses konstruksi bangunan besar. Kekuatan bahannya membuat bekisting sistem juga cocok untuk kegiatan pembangunan fasilitas spesial, misalnya terowongan. Prosesnya membutuhkan alat berat serta pekerja yang sudah terlatih, tetapi hasilnya adalah bekisting kuat yang menghasilkan konstruksi stabil serta akurat.
4. Bekisting Fiberglass
Bekisting fiberglass cocok untuk konstruksi bangunan yang berada di bawah tanah. Bahan ini ringan, lebih ramah lingkungan, tidak mudah berkarat, dan mudah dibersihkan. Hasilnya adalah konstruksi bangunan yang lebih stabil dan kuat. Bekisting fiberglass bisa digunakan berkali-kali dalam waktu lama sehingga lebih hemat.
5. Bekisting Aluminum
Bekisting aluminum masih agak jarang digunakan, tetapi hasilnya cukup kuat dan stabil. Bekisting ini cocok untuk bangunan tinggi atau yang membutuhkan finishing halus. Pengerjaannya membutuhkan pekerja yang sudah terlatih, tetapi harganya bisa sedikit lebih murah dari bekisting yang bahan-bahannya lebih eksklusif.Bekisting adalah aktivitas yang penting untuk menciptakan hasil konstruksi rumah yang kuat serta terlihat bagus. Butuh informasi lebih lanjut? Klik di sini untuk mendapat konsultasi gratis dengan tim Cipta Kreasi.


